Makalah Sosiologi Keluarga Dan Gender Kodrat Seorang Wanita dan Peran Perempuan Sebagai Istri Dan Ibu Rumah Tangga Dalam Keluarga

Makalah ini Membahas tentang Keluarga Dan Gender Kodrat Seorang Wanita dan Peran Perempuan Sebagai Istri Dan Ibu Rumah Tangga Dalam Keluarga, anda bisa mendownload contoh makalah ini lengkap dengan contoh makalah termasuk cover makalah, kata pengantar, daftar isi, Pembahasan makalah, penutup, dan saran.
Judul : Keluarga Dan Gender Kodrat Seorang Wanita dan Peran Perempuan Sebagai Istri Dan Ibu Rumah Tangga Dalam Keluarga
Bidang Studi : Sosiologi
Penyusun : FITRIANA SAKTI

Pembahasan :

Pengertian Kodrat Menurut Bahasa.Kodrat berasal dari bahasa Arab qadara/qadira- yaqduru/yaqdiru- qudratan. Dalam kamus al-munjid fil-al-Lughah wa al-a’lam kata ini diartikan dengan qawiyyun ‘ala al-syai (kuasa mengerjakan sesuatu), ja’alahu ‘ala miqdarih (membagi sesuatu menurut porsinya) atau qash-shara (memendekan/membatasi). Dari akar kata qadara/qadira ini juga lahir kata taqdir (qaddara-yuqaddiru-taqdir) yang berarti menentukan (ketentuan) atau menetapkan.( Nassaruddin Umar, 1999:. 4).

Demikian pula dalam kamus al-Munawwir yang mengartikan qudrah sebagai kekuatan, kekuasaan dan kemampuan.( Ali Ma’shum dan Zainal Abidin Munawwir,1997: 1095). Dari akar kata ini kaitu kodrat (qudrah) dan taqdir (taqdir) dalam bahasa Indonesia sering dipakai dalam pengertian yang sama. Menunjuk pada “apa yang telah ditentukan Tuhan”. Sehingga kata kodrat dan takdir bermuara pada kekuasaan mutlak Tuhan.

Kata kodrat dalam arti kemampuan, kekuasaan atau sifat bawaan menunjukan adanya keterlibatan aktif dari si pelaku terhadap apa yang bisa dilakukannya sendiri. Tanpa bergantung/terkait dengan selain dirinya. Kata kodrat kemudian lebih bermakana kemampuan yang bersumber dari dalam individu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (free will & free act). Sementara kata takdir (taqdir) dalam arti ketentuan/ketetapan menunjukan adanya sebuah garis kekuasaan harus tunduk patuh (bahkan tidak mampu mengelak dari) ketentuan yang berasal dari atas.

Seperti pemberian alat kelamin pada manusia oleh Tuhan yang menentukan seseorang secara biologis laki-laki atau perempuan tanpa bisa ditawar kalaupun bisa itu pun hanya bisa karena operasi, itupun tidak akan pernah bisa menyamai yang alami. Dalam konsep agama Islam seperti kematian yang tak ada seorang pun bisa mengelak dari takdir ini. Yang menentukan kematian bukan dirinya. Ia hanyalah menerima apa yang telah ditentukan atas dirinya.
Terimaksih telah mengunjungi blog kami, anda bisa mendownload contoh makalah lengkap lainnya, dan juga contoh paper, jurnal internasional, kumpulan artikel, proposal, dll.

The Latest Article :